Samboja Barat Genjot UMKM Lokal Lewat Digitalisasi, Siap Bersaing di Era Modern

img

Camat Samboja Barat, Burhanuddin. (pic:Tanty)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Meski baru berusia lima tahun sejak resmi berdiri, Kecamatan Samboja Barat menunjukkan langkah progresif dalam membangun perekonomian lokal.

 

Melalui pembinaan dan digitalisasi UMKM, pemerintah Kecamatan berupaya melahirkan pelaku usaha yang mandiri, inovatif, dan mampu bersaing di pasar modern.

 

Hal tersebut diungkapkan Camat Samboja Barat, Burhanuddin. Ia menyampaikan bahwa saat ini pihaknya gencar memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha lokal.

 

“ Upaya ini menjadi salah satu strategi untuk memastikan UMKM di kami mampu berkembang sejalan dengan kebutuhan pasar yang semakin dinamis,” ujar Burhanuddin Minggu (31/08/2025).

 

Selain itu diakuinya Kecamatan Samboja Barat berkomitmen penuh dalam mendorong kemajuan UMKM.  Salah satunya dengan terlibat langsung dalam program Kabupaten yang diberi nama Level Up UMKM Samboja Naik Kelas. Program ini didesain untuk membantu pelaku usaha agar bisa meningkatkan skala bisnisnya.

 

Burhanuddin menjelaskan, pola pembinaan yang dijalankan tidak hanya berupa pelatihan dasar atau tradisional. Pendekatan yang digunakan kini lebih menyesuaikan dengan kondisi zaman, yaitu melalui penerapan teknologi digital untuk mendukung perkembangan UMKM.

 

Salah satu wujud nyata dari strategi tersebut adalah penyelenggaraan pelatihan berbasis digital. Dalam kegiatan ini, para pelaku UMKM didorong untuk memahami cara memanfaatkan teknologi, terutama dalam meningkatkan kemampuan pemasaran secara daring.

 

“Beberapa waktu lalu kami menggandeng Otorita setempat guna memberikan pelatihan digitalisasi UMKM, khususnya terkait promosi produk di platform e-commerce seperti Shopee,” jelasnya. 

 

Lebih lanjut, ia mengatakan melalui program yang digagas tersebut mendapat sambutan positif dari pelaku usaha di wilayahnya. Ia menyebut hingga saat ini tercatat ada 50 pelaku UMKM dari Samboja Barat yang sudah mengikuti pelatihan tersebut.

 

“Mereka dibekali keterampilan praktis untuk memasarkan produk secara online sehingga bisa menyesuaikan diri dengan tren konsumen yang semakin mengandalkan teknologi digital,” terang Burhanudin.

 

Burhanuddin menekankan, dengan bekal pengetahuan baru itu, para pelaku usaha diharapkan lebih mandiri. Mereka tidak hanya mampu menjaga keberlangsungan usaha, tetapi juga bisa meningkatkan daya saing di era digital yang semakin kompetitif.

“Jika para pelaku UMKM bisa lebih adaptif dan inovatif, kami yakin mereka mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah,” pungkasnya. (Adv/Tan).